Pages

Friday, July 22, 2011

Susahnya Bersedekah

Susahnya Bersedekah
Saat ulang tahun ke 37th , pada saat 27 April 2011. Bertepatan saya barusaja belajar tentang kekuatan bersedekah. Dari sahabat saya Ippho Santosa. Pengarang buku mega BestSeller 7 Keajaiban Rejeki dan
Seabrek karya lainnya. Sedekah sudah merupakan makanan sehari-hari saya. Tidak ada lewat satupun. Cuman ini cara pandang beda. Jadi pas hari kelahiran saya, saya coba praktekan sekali lagi dengan kaca mata berniaga dengan Tuhan.

Tepat, jam 18 sore. Saya baru saja pulang dari sebuah minimarket. Memasukan mobil, dan masuk kerumah. Dikagetkan oleh sebuah suara dari luar pagar. Nada jawa barat. Serombongan keluarga, bapak,ibu dan 3 anak-anak yang masih kecil. Mereka dengan nada sopan, bahkan takut-takut mengatakan.

“Pak, maaf menggangu sebentar. Pagar tidak usah dibuka, tidak apa-apa. Saya hanya ingin minta nasi sedikit untuk istri saya.”

Seperti tersambar geledek, bagaimana orang serombongan itu tidak membawa uang sama sekali dan tidak meminta makanan utuh atau minta uang untuk bisa dimakan satu keluarga. Hanya meminta sedekah nasi untuk istrinya saja. Anaknya ? Dia sendiri?

Langsung saya jawab iya. Dan saya masuk kedalam dan mempersiapkan apa yang ada. Semua nasi saya masukan kedalam kotak nasi, telor yang baru saja di goreng untuk makan malam tanpa pikir 2x kali langsung saya masukan. Kebetulan ada beberapa aqua gelas. Langsung saya masukan kedalam 1 tas plastik dan bergegas keluar untuk memberikan itu kepada mereka. Dan masih sempat-sempatnya saya sisipkan uang Rp.50.000,- didalam tas itu

Tapi ternyata , sekeluarga itu telah menghilang entah kemana. Saya dan keluarga memutuskan untuk mengambil mobil dan mengejar satu keluarga malang itu. Niat baik saya, kebetulan di hari jadi saya, saya diingatkan Tuhan untuk berbagi kepada sesama. Maka itulah saat yang tepat untuk saya melakukan itu semua. Dan saya putari desa,kompleks perumahan dan daerah sekitarnya, untuk mencari mereka. Tapi ternyata tetap tidak menemukan dan berjumpa dengan mereka. 30 menit aku mencari mereka tetapi nasib berkehendak lain. Mereka tetap tidak bisa aku temukan.

Tuhan , maafkan aku. Aku kurang cepat bertindak, aku terlalu banyak berpikir, aku terlalu banyak pertimbangan. Tuhan, aku belajar satu hal. Bahwa bersedekat itu tidak perlu pakai lama, tidak perlu pakai mikir, tidak perlu pakai pertimbangan. Langsung kasih, maka berkatMu akan semakin mencerahkan aku.

Ah…susahnya bersedekah bagi orang pemula.

(Oleh : Ridwan )

0 comments:

Post a Comment